Desa Wisata Budaya 2026 — Hidden Gem yang Mendunia

Desa Wisata Budaya 2026 — Hidden Gem yang Mendunia

Ketika Desa Menjadi Living Museum

Tahun 2026 menjadi momentum kebangkitan desa wisata berbasis budaya di Indonesia. Kampung Dumaring di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, menembus 30 besar Desa Wisata Terbaik Wonderful Indonesia Awards (WIA) 2026. Kawasan pesisir selatan Berau ini tidak hanya menawarkan keindahan hutan dan sungai, tetapi juga situs sejarah benteng Belanda, Taman Sungai, perkemahan, dan De Mangroop. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau, Yudha Budisantosa, menyatakan Dumaring harus melewati sejumlah tahapan seleksi sebelum akhirnya masuk jajaran 30 besar.

Osing Kemiren: Ketika Budaya Menjadi Motor Ekonomi

Di Banyuwangi, Desa Wisata Adat Osing Kemiren membuktikan bahwa budaya bisa menjadi penggerak ekonomi tanpa harus mengorbankan identitas. Penggerak Desa Sejahtera Astra Kemiren, Mohammad Edy Saputro, mengungkapkan bahwa desa tersebut tidak memiliki gunung, pantai, atau sawah dengan terasering indah — tetapi mereka punya budaya. Potensi budaya Osing dikembangkan menjadi paket wisata kuliner, edukasi, live in, hingga MICE yang membuka peluang usaha bagi warga. Dalam periode 2024–2026, Desa Wisata Adat Osing Kemiren secara konsisten menerima lebih dari 3.000 kunjungan wisatawan setiap tahun, baik domestik maupun mancanegara.

Panglipuran: Pariwisata Regeneratif dari Bali

Desa Wisata Panglipuran di Kabupaten Bangli, Bali, menegaskan posisinya sebagai pelopor pariwisata regeneratif melalui Panglipuran Festival Ke-13 Tahun 2026. Bendesa Adat Panglipuran Wayan Budiarta menegaskan bahwa konsep pariwisata di Panglipuran tidak dibangun semata-mata untuk memenuhi kebutuhan wisatawan, melainkan lahir dari komitmen masyarakat menjaga adat, budaya, dan lingkungan berdasarkan filosofi Tri Hita Karana. Sejak 2012, warga Panglipuran tidak lagi menjadi objek wisata, melainkan pelaku utama yang menyediakan homestay, atraksi budaya, hingga layanan pemandu wisata.

Simarasok: Diversifikasi Atraksi dari Ranah Minang

Desa Wisata Simarasok di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, juga menembus 30 besar WIA 2026. Desa ini menawarkan beragam atraksi — rafting, rock climbing, caving, dan glamping — yang dikelola dengan konsep pariwisata berbasis komunitas. Keberhasilan Simarasok tidak terlepas dari kolaborasi antara masyarakat, pengelola wisata, pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan berbagai pihak lainnya.

Wonderful Indonesia Awards 2026: Kurasi Ketat, Dampak Nyata

WIA 2026 menilai desa dan kampung wisata berdasarkan kelembagaan, pengelolaan, atraksi, ekonomi masyarakat, fasilitas, homestay, kemitraan, hingga pemanfaatan digital. Program ini menjadi bukti bahwa desa wisata berbasis budaya bukan sekadar proyek seremonial, melainkan ekosistem yang mampu menciptakan lapangan kerja, memberdayakan perempuan, dan memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *